Label

Rabu, 01 Juli 2020

TEKNIK BERTANYA, AFIRMASI, DAN SUMMERIZING


Disusun oleh :

Herdan Listianto                    11170700000072

 

       FAKULTAS PSIKOLOGI

       UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF  HIDAYATULLAH JAKARTA 

2019/2020


BAB I 

A.       LATAR BELAKANG

 

Menurut Burks dan Stefflre, bahwa konseling mengindikasikan hubungan profesional antara konselor telatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individu ke individu, walaupun terkadang melibatkan lebih dari satu orang. Menurut Shertzer dan Stone (1980), konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dengan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya. Dengan demikian konseling adalah hubungan anatar konselor dan klien dalam upaya membantu klien memahami diri klien dan lingkungan, sehingga klien mampu mengambil keputusan dan menentukan tujuan sendiri.

Konselor merupakan seseorang yang mempunyai tingkat dukungan sosial tinggi untuk membantu klien dalam mengatasi permasalahannya. Menurut Weiss (2017) dukungan sosial adalah suatu hubungan yang terbentuk dari individu dengan persepsi bahwa seseorang dicintai dan dihargai, disayangi, untuk memberi bantuan kepada individu yang mengalami tekanan-tekanan dalam kehidupan (Hara, 2017). Untuk memahami masalah klien, konselor perlu mempunyai keterampilan bertanya, afirmasi, dan summerizing untuk mengetahui apa yang dialami oleh klien, sehingga konselor bisa menentukan jenis terapi apa yang digunakan kepada klien.

B.   RUMUSAN MASALAH

 1.        Apa itu teknik bertanya?

2.        2.     Apa itu afirmasi ?

3.       3.           Apa itu summerizing?

 

 

C.   TUJUAN PENULISAN

 

1.        Untuk memahami teknik bertanya, afirmasi, dan summerizing


BAB II 

 

A.       TEKNIK BERTANYA

 

Konselor dan peserta pelatihan dapat menggunakan pertanyaan dengan cara yang membantu klien untuk menguraikan kerangka referensi internal mereka atau membimbing mereka keluar dari sudut pandang mereka, mungkin ke dalam pertimbangan counsellor itu sendiri (Nelson & Jones, 2005).

Pertanyaan terbuka memungkinkan klien untuk berbagi sudut pandang internal mereka tanpa membatasi pilihan mereka karena apabila konselor atau trainee menggunakan pertanyaan tertutup dan memimpin mungkin memiliki berbagai hasil negatif. Trainee dapat dianggap mengendalikan pembicaraan. Mereka dapat menghalangi klien untuk berhubungan dan mendengarkan diri mereka sendiri dan merespons dari kerangka referensi internal mereka. Mereka dapat mengatur panggung untuk diinterogasi. Karena pertanyaan tertutup dan memimpin dapat menjadi insentif untuk berbicara, mereka dapat menciptakan keheningan di mana tahap ini diatur untuk pertanyaan tertutup lebih lanjut (Nelson & Jones, 2005).

Trainee konseling kadang-kadang dapat menggunakan pertanyaan tertutup: itu tergantung pada tujuan mendengarkan mereka. Pertanyaan tertutup dapat bermanfaat untuk mengumpulkan informasi. Namun, mereka harus digunakan dengan hemat jika peserta pelatihan ingin membantu orang lain berbagi dunia mereka. Trainee mungkin perlu menggunakan pertanyaan terbuka bahkan dengan kebijaksanaan (Nelson & Jones, 2005).

 

 

1.                   Pertanyaan Opened dan Pertanyaan Closed

 

Pertanyaan Opened adalah pertanyaan yang memungkinkan klien menjawab dengan jawaban bervariasi sesuai dengan topik tertentu, sedangkan pertanyaan closed adalah pertanyaan yang fokus dan membatasi kebebasan klien dalam menjawab. Berikut adalah perbedaan yang mendasari pertanyaan opened dan pertanyaan closed :


 

Fungsi pertanyaan opened dan closed adalah 1) Mengelaborasi perspektif internal klien untuk mengungkap ide yang ada dibalik pemikiran klien; 2) Klien berbagi pengalaman tanpa disertai pilihan yang terbatas; 3) Membantu klien menemukan jawaban tujuan kedatangan pada awal sesi; 4) Bentuk pertanyaan terbuka mempengaruhi alur komunikasi yang lebih spontan & mendorong klien lebih banyak bicara; 5) Membantu konselor menghindari judgemental; 6) Mengumpulkan data tambahan pada situasi  netral (Nelson & Jones, 2005).

 

 

B.        PRECISION MODEL



·           Kata kerja

Konselor mengamati kata kerja yang digunakan klien untuk menggali suatu informasi, contohnya :

Klien             : “Ia menolak saya”

 

Konselor        : Apa yang anda maksud dengan menolak?

 

Atau

Bagaiman ia menolak anda? Ceritakan saja bagaimana dia bisa menolak

 

 

·           Perbandingan

Konselor harus mengamati penggunaan kalimat yang diungkapkan klien. Jika menggunakan perbandingan tanyakan lebih lanjut, apa yang diperbandingkan.

Contoh :

Klien             : “kinerja saya lebih buruk” Konselor            : “lebih buruk dari siapa?”

Atau

“ apa yang mendasarkan kalau kinerja lebih buruk tersebut?”

 

 

·           Generalisasikan

Konselor mengamati kata-kata yang digunakan klien yang menyamaratakan dengan hal tertentu. Contoh:

Klien             :”Saya tidak bisa melaukakn hal-hal yang diharapkan orang tua” Konselor : “ Bagaimana kamu tahu bahwa kamu tidak bisa?

Atau

“Hal apa yang kamu yakini kalau kamu yakini tidak bisa kamu lakukan?”

 

 

·           Pembatasan diri

Konselor memfokuskan pada kalimat pembatas diri yang diungkapkan klien tersebut. Contoh :

Klien             : “saya harus pulang tepat waktu”


Konselor        : “apa yang akan terjadi jika kamu pulang melebihi batasan waktu?”

Atau

Klien             : “ia harus menuruti kata-kata saya” Konselor          : “Bagaiamana pula ia tidak menurutimu?

 

·           Kata benda/kata ganti

Konselor mencerermati saat klien menggunakan kata benda, contohnya : Klien   : “Tim saya tidak efektif”

Konselor        : “ siapa yang dimaksud anda tim?”

Atau

Klien                 :“Pemilik    perusahaan    tidak   pernah    memperhatikan    kesejahteraan karyawannya”

Konselor       :“Pemilik perusahaan mana yang anda maksud ?”

 

 

C.       AFIRMASI

 

Pengertian afirmasi merupakan suatu bentuk penegasan terhadap diri sendiri terkait hal-hal yang memiliki sifat positif. Dengan melalui kata-kata positif tersebut, nantinya otak itu secara tidak langsung akan terdoktrin sehingga membuat sudut pandang diri kita sendiri juga ini akan berubah. Selain dari itu, afirmasi ini juga menyangkut sebuah pernyataan sungguh- sungguh oleh sesorang yang menolak melakukan pengakuan. Afirmasi ini dapat mengubah sudut pandang seseorang di dalam menyikapi kehidupan serta lingkungan di sekitarnya. Alhasil, afirmasi ini pun akan membuat pikiran kita lebih positif (Nelson & Jones, Introduction to Counseling Skills Text and Activities, 2009).

 

Tujuan afirmasi untuk meningkatkan keyakinan klien terhadap kemampuannya (Self Efficacy), mengatasi keraguan, meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya dalam menetukan pilihan aksi & mengubah perilaku (Nelson & Jones, Introduction to Counseling Skills Text and Activities, 2009).

 

1.                   Manfaat Afirmasi


Afirmasi ini tidak seperti quotes yang berisi kata-kata bijak untuk seluruh orang. Afirmasi ini muncul dan berasal dari diri sendiri serta hanya ditujukan pada diri sendiri supaya bisa melihat seluruh hal dari sudut pandang positif. Afirmasi mempunyai banyak manfaat bagi diri sendiri, terutama apabila suntikan/doktrin atau penegasan-penegasan positif ini dilakukan dengan secara rutin. Dibawah ini merupakan beberapa manfaat afirmasi diantaranya ialah sebagai berikut:

 

a.         Menumbuhkan Kepercayaan Diri

 

Memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri ini sangat berpotensi untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri. Misalnya, berilah afirmasi positif pada diri sendiri bahwa Anda itu bukanlah pribadi yang lemah, anda adalah seorang kreatif dan bisa mengerjakan apapun dengan mudah. Secara tidak langsung diri kita itu juga akan semakin percaya diri didalam menghadapi tiap-tiap tantangan yang ada.

 

b.         Meningkatkan Kesehatan Tubuh

 

Kebahagiaan ini ialah salah satu vitamin manjur untuk bisa membuat tubuh tetap sehat serta bersemangan. Kebahagiaan ini sebenarnya ialah sesuatu hal yang sederhana namun tidak seluruh orang menyadari kehadirannya. Dengan memberikan afirmasi positif pada diri sendiri itu tentu akan membuat Anda lebih bergembira. Oleh sebab itu, tubuh juga terhindar dari beragam penyakit.Salah satu bentuk manfaat lain dari afirmasi yaitu pada saat seseorang menderita sebuah penyakit. Penyakit tersebut tidak akan hilang hanya dengan meratapinya. Akan tetapi, kita harus dapat melawannya dengan memberikan banyak supply kata-kata positif.

 

c.          Menjauhkan dari Depresi

 

Selain untuk kesehatan tubuh, kesehatan jiwa juga itu sangat penting untuk dijaga. Bahkan, pikiran yang tidak sehat tentu akan membuat tubuh ini juga menjadi lemas.Untuk itu, cobalah untuk menyemangati diri sendiri dengan beragam kata-


kata positif. Katakan pada diri sendiri bahwa seluruh kebutuhan sudah terpenuhi, seluruh tugas sudah terselesaikan atau juga pbentuk afrmasi positif lainnya.

 

d.         Memberikan Kenyamanan Diri

 

Terlalu banyak hal yang dipikirkan tentu akan membuat kehidupan itu menjadi tidak nyaman, termasuk kenyamanan diri sendiri. Namun, dengan adanya afirmasi positif ini maka rasa nyaman pada diri sendiri akan meningkat. Seseorang itu hanya perlu meyakini bahwa segala bentuk keinginan pasti bisa diraih. Apabial saat ini masih belum tercapai, maka berusahalah lagi esok hari.

 

e.          Membuat Diri Lebih Bahagia

 

Dengan afirmasi positif di diri sendiri itu bahwa segala upaya yang dilakukan itu akan membuahkan hasil positif, maka seseorang itu juga akan menjadi lebih bahagia. Dan tentu saja kata-kata di dalam afirmasi tersebut harus dilandasi dengan kepercayaan bahwa seseorang itu dapat meraih hal-hal yang diinginkan sehingga akan menjadi kenyataan.

 

Contoh Kata-Kata Afirmasi

 

Dari penjelasan di atas dapat maka dapat kita simpulkan bahwa arti afirmasi ini merupakan suatu dukungan atau juga dorongan emosional dari dalam diri seseorang sehingga dapat melakukan tindakan tertentu.

 

Mengacu pada penjelasan arti afirmasi di atas, dibawah ini merupakan beberapa contoh afirmasi diantaranya sebagai berikut:

 

·       “Saya pasti bisa mendapatkan nilai terbaik apabila belajar dengan giat”

·       “Saya tidak perlu minder/malu karena saya pintar, kreatif, serta menarik”

·       “Saya juga tidak perlu khawatir sebab ketidakmampuan hanya ada di dalam pikiran”

·       “Saya ialah orang yang kuat serta sehat”


Pernyataan Afirmasi

 

Konselor :

 

-                         Saya menghargai bagaimana anda berproses untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan anda secara terbuka.

-                         Saya kagum dengan kemampuanmu untuk lebih berani mengatakan “tidak” terhadap rekanmu.

-                         Saya mengapresiasi perilakumu untuk lebih aktif dengan memulai berkomunikasi terlebih dahulu.

 

D.       SUMMARIZING

 

Definisi Summarizing, Kemampuan untuk menyimpulkan kembali pikiran, perasaan, reaksi fisik, perilaku maupun caranya dalam berkomunikasi dan Mengambil inti dari sesi konseling. Supriyo dan Mulawarman mengemukakan bahwa summary adalah teknik yang digunakan konselor untuk menyimpulkan atau ringkasan mengenai berbagai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling. Sedangkan dalam Fauzan dkk menjelaskan summary yaitu teknik respon oleh konselor dalam memadukan uarian pernyataan konseli menjadi kesatuan atau keutuhan tema/ topik dari sesi-sesi konseling (Mulawarman & Eem, 2016).

 

Tujuan dari summary adalah sebagai berikut:

      1.             Menyatukan berbagai unsur-unsur dalam pesan klien.

2.             Mengidentifikasi tema-tema umum, yang baru jelas setelah beberapa pesan dikemukakan      atau setelah beberapa kali proses konseling.

3.                        3.       Untuk mengarahkan pembicaraan klien.

4.                       4.       Mencegah langkah yang terburu-buru dalam suatu sesi konseling.

5.            5.       Mereview kemajuan yang diperoeh selama satu ata beberapa kali wawancara.

6.             6.      Menunjukkan konselor melakukan mendengar aktif.

7.             Membantu    kliendalam    mempertimbangkan    Respon    dan    pengalamannya    dengan   menitikberatkan pada proses.


8.            

 

BAB III 

 

Konselor dan peserta pelatihan dapat menggunakan pertanyaan dengan cara yang membantu klien untuk menguraikan kerangka referensi internal mereka atau membimbing mereka keluar dari sudut pandang mereka, mungkin ke dalam pertimbangan counsellor itu sendiri. Pertanyaan terbuka memungkinkan klien untuk berbagi sudut pandang internal mereka tanpa membatasi pilihan mereka karena apabila konselor atau trainee menggunakan pertanyaan tertutup dan memimpin mungkin memiliki berbagai hasil negatif. Trainee dapat dianggap mengendalikan pembicaraan. Precision Model yang terdiri dari kata kerja, perbandingan, generalisasikan, pembatasan dir, dan kata benda / kata ganti sering digunakan dalam bertanya. Afirmasi adalah suatu bentuk penegasan terhadap diri sendiri terkait hal-hal yang memiliki sifat positif. Tujuan afirmasi adalah tujuan afirmasi untuk meningkatkan keyakinan klien terhadap kemampuannya (Self Efficacy), mengatasi keraguan, meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya dalam menetukan pilihan aksi & mengubah perilaku. Summerizing adalah Kemampuan untuk menyimpulkan kembali pikiran, perasaan, reaksi fisik, perilaku maupun caranya dalam berkomunikasi dan Mengambil inti dari sesi konseling.


Daftar Pustaka

Hara, S. dan Akhmad Baidun . (2017). Pengaruh Self Efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Optimisme Karyawan Kontrak UIN Syarif Hidayattullah Jakara. Tazkiya Journal of Psychology vol. 22 no.2 , 165-178.

Mulawarman, & Eem, M. (2016). PsikologiKonseling :sebuah pengantar bagi konselor pendidikan.

Semarang: UNNES.

Nelson, R., & Jones. (2009). Introduction to Counseling Skills Text and Activities. London: Sage Publicaations.

Nelson, R., & Jones. (2005). Practical Counseling and Helping Skill Text and Activities for The Lifeskil Counseling Model. London: Sage Publications.

Selasa, 30 Juni 2020

PERILAKU KERJA (ADAPTASI DAN TATA KELOLA) PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DESAIN INDUSTRI MASA NEW NORMAL LIFE



Disusun oleh :

 Herdan Listianto                          11170700000072

 



FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2020



BAB I

PENDAHULUAN

A.      Desain Industri

Menurut UU RI no. 3 tahun 2004, Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri. Dalam sebuah industri agar mencapai keuntungan yang lebih diperlukan desain industri. Desain industri menurut The Industrial Designers Society of America (IDSA) yaitu sebagai layanan profesional untuk menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi yang mengoptimalkan fungsi, nilai, dan tampilan produk dan sistem untuk saling menguntungkan baik pengguna dan produsen." Menurut Dreyfuss (2011) mencantumkan lima tujuan penting yang dapat dibantu oleh perancang industri untuk dicapai tim saat mengembangkan produk baru:

1.         Utilitas: Antarmuka manusia produk harus aman, mudah digunakan, dan intuitif. Setiap fitur harus dibentuk sehingga mengkomunikasikan fungsinya kepada pengguna.

2.         Penampilan: Bentuk, garis, proporsi, dan warna digunakan untuk mengintegrasikan produk ke dalam keseluruhan yang menyenangkan.

3.         Kemudahan perawatan: Produk juga harus dirancang untuk mengkomunikasikan bagaimana mereka harus dirawat dan diperbaiki.

4.         Biaya rendah: Formulir dan fitur memiliki dampak besar pada biaya peralatan dan produksi, jadi ini harus dipertimbangkan bersama oleh tim.

5.         Komunikasi: Desain produk harus mengkomunikasikan filosofi dan misi desain perusahaan melalui kualitas visual produk.  

Salah satu perusahaan perancang industri terkenal yaitu IDEO. IDEO company adalah perusahaan konsultasi desain yang bermarkas di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini membantu organisasi di sektor publik dan swasta tumbuh dan berinovasi dengan berbasiskan desain. Perusahaan ini memiliki visi besar yaitu membantu organisasi-organisasi dalam mengembangkan kemampuan , berinovasi, dan untuk tumbuh menjadi suatu perusahaan yang lebih besar. Mereka mengubah sudut pandang dari perusahaan-perusahaan baru dan brand baru dan mereka juga mendesign product, service, spaces, and interactive experience agar perusahaan baru dan brand baru ini bisa lebih hidup. IDEO membantu organisasi-organisasi membangun budaya kreatif dan sistem internal perusahaan yang dibutuhkan untuk mempertahankan inovasi dan memulai usaha baru. IDEO memiliki kemampuan di berbagai bidang termasuk desain, Food and Beverages, Desain Bisnis, Produk – produk medis bahkan sampai ke permainan anak – anak (Wikipedia, 2020).

B.       Alur Proses Produksi

Banyak perusahaan besar memiliki departemen desain industri internal. Perusahaan kecil cenderung menggunakan kontrak layanan desain industri yang disediakan oleh perusahaan konsultan. Dalam kedua kasus tersebut, perancang industri harus berpartisipasi penuh dalam tim pengembangan produk lintas fungsi. Dalam tim-tim ini, para insinyur umumnya akan mengikuti proses untuk menghasilkan dan mengevaluasi konsep-konsep untuk fitur teknis dari suatu produk. Dengan cara yang sama, sebagian besar desainer industri mengikuti proses untuk merancang estetika dan ergonomi suatu produk. Meskipun pendekatan ini dapat bervariasi tergantung pada perusahaan dan sifat proyek, perancang industri juga menghasilkan beberapa konsep dan kemudian bekerja dengan insinyur untuk mempersempit opsi-opsi ini melalui serangkaian langkah evaluasi (Ulrich, 2011).

Secara khusus, proses desain industri dapat dianggap terdiri dari fase-fase berikut:

1.         Investigasi Kebutuhan Pelanggan

Tim pengembangan produk mulai dengan mendokumentasikan kebutuhan pelanggan, Mengidentifikasi Kebutuhan Pelanggan. Karena perancang industri terampil mengenali masalah yang melibatkan interaksi pengguna, keterlibatan desainer industri sangat penting dalam proses kebutuhan (Ulrich, 2011).

Misalnya, dalam meneliti kebutuhan pelanggan akan instrumen medis baru, tim akan mempelajari ruang operasi, mewawancarai dokter, dan melakukan kelompok fokus. Sementara keterlibatan pemasaran, teknik, dan ID tentu saja mengarah pada pemahaman umum dan komprehensif tentang kebutuhan pelanggan untuk seluruh tim, itu terutama memungkinkan perancang industri untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang interaksi antara pengguna dan produk (Ulrich, 2011).

 

2.         Konseptualisasi

Setelah kebutuhan dan kendala pelanggan dipahami, perancang industri membantu tim membuat konsep produk. Selama tahap konsep generasi insinyur secara alami memusatkan perhatian mereka pada menemukan solusi untuk subfungsi teknis produk (Ulrich, 2011).

Pada saat ini, desainer industri berkonsentrasi pada pembuatan bentuk produk dan antarmuka pengguna. Desainer industri membuat sketsa sederhana, yang dikenal sebagai sketsa thumbnail, dari setiap konsep. Sketsa-sketsa ini adalah media yang cepat dan murah untuk mengekspresikan ide dan mengevaluasi kemungkinan (Ulrich, 2011).

Konsep yang diusulkan kemudian dapat dicocokkan dan dikombinasikan dengan solusi teknis dalam eksplorasi. Konsep dikelompokkan dan dievaluasi oleh tim sesuai dengan kebutuhan pelanggan, kelayakan teknis, biaya, dan pertimbangan manufaktur (Ulrich, 2011).

 

3.         Penyempurnaan Awal

Pada fase penyempurnaan awal, desainer industri membangun model konsep yang paling menjanjikan. Model lunak biasanya dibuat dalam skala penuh menggunakan papan busa atau inti busa. Mereka adalah metode tercepat kedua — hanya sedikit lebih lambat daripada sketsa — digunakan untuk mengevaluasi konsep. Walaupun umumnya cukup kasar, model ini sangat berharga karena memungkinkan tim pengembangan untuk mengekspresikan dan memvisualisasikan konsep produk dalam tiga dimensi (Ulrich, 2011).

Konsep dievaluasi oleh perancang industri, insinyur, tenaga pemasaran, dan (kadang-kadang) pelanggan potensial melalui proses menyentuh, merasakan, dan memodifikasi model. Biasanya, desainer akan membangun model sebanyak mungkin tergantung pada waktu dan kendala keuangan. Konsep yang sangat sulit untuk divisualisasikan memerlukan lebih banyak model daripada yang lebih sederhana (Ulrich, 2011).

 

4.         Penyempurnaan Lebih Lanjut dan Pemilihan Konsep Akhir

Pada tahap ini, desainer industri sering beralih dari model lunak dan sketsa ke model keras dan gambar informasi intensif yang dikenal sebagai rendering. Renderings menunjukkan detail desain dan sering menggambarkan produk yang digunakan. Ditarik dalam dua atau tiga dimensi, mereka menyampaikan banyak informasi tentang produk. Rendering sering digunakan untuk studi warna dan untuk menguji penerimaan pelanggan terhadap fitur dan fungsi produk yang diusulkan (Ulrich, 2011).

Langkah penyempurnaan terakhir sebelum memilih konsep adalah membuat model keras. Model-model ini secara teknis masih belum berfungsi namun merupakan tiruan dari desain akhir dengan tampilan dan nuansa yang sangat realistis. Mereka terbuat dari kayu, busa padat, plastik, atau logam; dicat dan bertekstur; dan memiliki beberapa fitur "berfungsi" seperti tombol yang mendorong atau slider yang bergerak. Karena model yang keras dapat menelan biaya yang mahal, tim pengembangan produk biasanya memiliki anggaran untuk menghasilkan beberapa saja (Ulrich, 2011).

Untuk banyak jenis produk, model keras dibuat untuk memiliki ukuran, kerapatan, distribusi berat yang diinginkan, permukaan akhir, dan warna. Model keras kemudian dapat digunakan oleh perancang industri dan insinyur untuk lebih menyempurnakan spesifikasi konsep akhir. Selain itu, model ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan umpan balik pelanggan tambahan dalam kelompok fokus, untuk mengiklankan dan mempromosikan produk di pameran dagang, dan untuk menjual konsep tersebut kepada manajemen senior dalam suatu organisasi (Ulrich, 2011).

 

5.         Kontrol Gambar atau Model

Desainer industri menyelesaikan proses pengembangan mereka dengan membuat kontrol gambar atau kontrol model dari konsep akhir. Kontrol gambar atau model, fungsionalitas, fitur, ukuran, warna, selesai permukaan, dan dimensi dokumen. Meskipun mereka bukan gambar bagian yang rinci (dikenal sebagai gambar teknik), mereka dapat digunakan untuk membuat model desain akhir dan prototipe lainnya. Biasanya, gambar atau model ini diberikan kepada tim teknik untuk desain bagian yang terperinci (Ulrich, 2011).

 

6.         Koordinasi dengan Teknik, Manufaktur, dan Vendor Eksternal

Perancang industri harus terus bekerja sama dengan tenaga teknik dan manufaktur selama proses pengembangan produk selanjutnya. Beberapa perusahaan konsultan desain industri menawarkan layanan pengembangan produk yang cukup komprehensif, termasuk desain rekayasa terperinci dan pemilihan dan pengelolaan vendor bahan, perkakas, komponen, dan layanan perakitan luar (Ulrich, 2011).


BAB II

PENGORGANISASIAN DAN PENATAAN SUMBERDAYA MANUSIA

A.      Divisi/Department pada Perusahaan atau Pabrik

Desain industri adalah kegiatan interdisipliner yang membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi perusahaan; namun, tiga fungsi hampir selalu menjadi pusat proyek desain industri (Ulrich, 2011):

·           Pemasaran: Fungsi pemasaran memediasi interaksi antara perusahaan dan pelanggannya. Pemasaran sering memfasilitasi identifikasi peluang produk, definisi segmen pasar, dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Pemasaran juga biasanya mengatur komunikasi antara perusahaan dan pelanggannya, menetapkan harga target, dan mengawasi peluncuran dan promosi produk.

·           Desain: Fungsi desain memainkan peran utama dalam menentukan bentuk fisik produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam konteks ini, fungsi desain meliputi desain teknik (mekanik, listrik, perangkat lunak, dll.) Dan desain industri (estetika, ergonomi, antarmuka pengguna).

·           Manufaktur: Fungsi manufaktur terutama bertanggung jawab untuk merancang, mengoperasikan, dan / atau mengkoordinasikan sistem produksi untuk menghasilkan produk. Didefinisikan secara luas, fungsi manufaktur juga sering mencakup pembelian, distribusi, dan instalasi. Kumpulan kegiatan ini kadang-kadang disebut rantai pasokan.

B.       Jabatan dan Deskripsi Tugas

1.        Pemasaran

Pada departemen Pemasaran dalam perusahaan desain industri memiliki beberapa jabatan yang bertanggung jawab pada departemen ini diantaranya:

a.         Manajer pemasaran

Manajer pemasaran merencanakan, mengatur, mengontrol dan mengkoordinir kegiatan atau proses pemasaran untuk mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan efisien (Usaman & dkk, 2014).

Tugasnya meliputi : merencanakan, mengatur dan mengkoordinir kegiatan pemasaran perusahaan atau organisasi; merencankan dan mengkoordinir seluruh program pemasaran berdasarakan laporan hasil penjualan atau pemasaran serta penilaian pasarnya; menentukan harga jual, produk yang akan diluncurkan, jadwal kunjungan serta sistem promosi untuk memastikan tercapainya target penjualan; menganalisis dan mengembangkan strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dengan target yang ditentukan; menganalisis dan memberikan arah pengembangan design dan warna, untuk memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar; melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey seluruh tim penjualan untuk memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan; melaporkan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban tugas dan mewakili perusahaan atau organisasi dalam negosiasi, dan pada konvensi, seminar, dengar pendapat publik dan forum (Usaman & dkk, 2014).

b.        Manajer Penjualan

Manajer penjualan merencanakan, mengatur, mengontrol dan mengkoordinir kegiatan penjualan hasil perusahaan atau organisasi (Usaman & dkk, 2014).

Tugasnya meliputi : merencanakan, mengatur dan mengkoordinir kegiatan penjualan perusahaan atau organisasi; mengarahkan program penjualan perusahaan; menetapkan wilayah dan target penjualan; memonitor perolehan order penjualan serta merangkum perkiraan atau forecast penjualan untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara optimal; memonitor jumlah persediaan seluruh departemen penjualan untuk memastikan umur persediaan produk perusahaan tidak melebihi target yang telah ditentukan; menganalisis dan mengembangan strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dengan target yang ditentukan; mengawasi seleksi, pelatihan dan kinerja tenaga penjualan; melaporkan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban tugas dan mewakili perusahaan atau organisasi dalam negosiasi, dan pada konvensi, seminar, dengar pendapat publik dan forum (Usaman & dkk, 2014).

 

2.        Desain

Pada departemen desain dalam perusahaan desain industri terdapat jabatan yang bertanggung jawab pada departemen ini yaitu :

a.        Perancang Produk Industri

Perancang produk industri merancang, merencanakan, mengorganisasikan, dan mengembangkan produk industri selain produk industri, baik produksi masal, kelompok, maupun produk sekali jadi. Kegiatan tersebut meliputi: menentukan tujuan dan kendala dari desain produk serta mengkonsultasikan kepada pelanggan apabila merupakan produk pemesanan; merumuskan konsep rancangan produk; menyelaraskan estetika dengan pertimbangan teknis, fungsional, ekologis, dan persyaratan produksi; mempersiapkan sketsa, diagram, ilustrasi, rencana, dan sampel; menegosiasikan solusi desain dengan manajemen, dan staf penjualan dan manufaktur; memilih bahan yang digunakan, metode produksi, dan penyelesaiannya; dan mengawasi proses manufaktur (Usaman & dkk, 2014).

 

3.        Manufaktur

Pada departemen manufaktur dalam perusahaan desain industri terdapat terdapat beberapa jabatan yang bertanggung jawab pada dpeartemen ini, yaitu:

a.        Manajer Umum Industri Pengolahan

Manajer umum industri pengolahan mempunyai tugas memimpin dalam usaha pabrik kecil baik atas nama pemilik maupun bekerja di perusahaan, serta bertugas merencanakan, mengatur, dan mengkoordinasikan aktifitas usaha perdagangan dengan dibantu oleh satu manajer dan beberapa tenaga pelaksana (Usaman & dkk, 2014).

Tugasnya meliputi : merencanakan dan melaksanakan kebijaksanaan; membuat perkiraan anggaran; mengadakan negosiasi dengan para suplier langganan dan dengan organisasi lain; merencanakan dan mengontrol penggunaan sumber daya yang ada serta membayar gaji para pekerja; merencanakan dan mengatur kegiatan sehari-hari; melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada atasan sebagai pertanggungjawaban tugas; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan (Usaman & dkk, 2014).

b.        Manajer Produksi Dan Operasional Industri Pengolahan

Manajer produksi dan operasional industri pengolahan mempunyai tugas menetapkan kebijakan, mengorganisasikan, membina dan mengendalikan fungsi operasi dan produksi perusahaan guna tercapainya tujuan strategis perusahaan (Usaman & dkk, 2014).

Tugasnya meliputi : menerjemahkan strategi perusahaan kedalam startegi dan sasaran operasional dan produksi perusahaan berdasarkan data, keadaan serta ketentuan; mengorganisasikan kegiatan perusahaan sesuai dengan bidang tugas; memberikan kebijakan standar terkait dengan kegiatan operasional dan produksi; mengadakan negosiasi dan menandatangani kontrak bersifat operasional dan produksi guna pencapaian target perusahaan; membina hubungan kerja dan kerjasama dengan pejabat tinggi pemerintahan, aliansi perusahaan dan pihak terkait lainnya agar koordinasi berjalan lancar; mengawasi dan memastikan bahwa seluruh proses kerja operasional dan produksi sesuai aturan perusahaan dan perundang-undangan; mengarahkan dan mengkaji rencana strategis dan mengembangkan strategi keuangan yang optimal sejalan dengan tujuan perusahaan; melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada atasan sebagai pertanggungjawaban tugas; dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan (Usaman & dkk, 2014).

c.         Ahli Teknik Produksi Industri

Ahli teknik produksi industri menerapkan prinsip-prinsip teknik, teknologi manufaktur dan ilmu manajemen proses produksi dalam rangka membuatnya seefisien mungkin; mengatur, menyetel dan mengoptimalkan produksi, juga mengamati spesifikasi mesin produksi; memastikan bahwa proses manufaktur beroperasi dengan lancar, mengurangi biaya inefisiensi, memastikan bahwa peralatan manufaktur bekerja dengan baik, dengan sisa sesedikit mungkin; mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah potensial yang dapat menyebabkan kegagalan peralatan (Usaman & dkk, 2014).

 

C.      Penyesuaian Tugas dalam Masa Pandemi Covid-19

Kondisi persaingan bisnis yang sangat dinamis dan kompleks memaksa setiap entitas bisnis harus terus berubah atau melakukan inovasi agar tetap bisa bertahan. Salah satu strategi untuk menyikapi lingkungan bisnis yang dinamis dan kompleks yaitu dengan cara melakukan perubahan atau perbaikan secara terus- menerus (continuous improvement). Perubahan merupakan elemen yang penting dalam setiap bisnis. Berdasarkan changes management survey report dalam Survey of Human Resources Management (SHRM) 2007, sebanyak 82 persen human resource professional mengatakan bahwa perusahaan mempunyai rencana untuk mengimplementasikan perubahan perusahaan yang bersifat umum untuk jangka waktu dua tahun ke depan. Hasil survey yang telah dilakukan oleh SHRM memperlihatkan bahwa sebagian besar perusahaan sadar arti penting melakukan perubahan  (Widiarti, 2016).

Maka manajer pemasaran harus menyadari bahwa konsumen bertindak dan mengubah perilaku mereka secara waktu nyata di era pandemi COVID-19. Oleh karena itu, ada bahaya nyata untuk mengadopsi sikap "tidak ada tindakan" dan menunggu sampai semuanya kembali normal untuk bertindak. Penelitian bertahun-tahun (empiris) dalam pemasaran telah menunjukkan bahwa periode resesi memberikan peluang bagi pemasar untuk menumbuhkan pangsa pasar merek mereka, terutama jika mereka siap untuk berpikir jangka panjang. Mengandalkan literatur pemasaran, di sini, saya merangkum beberapa wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk manajer pemasaran untuk secara efektif mengatur kembali kegiatan pemasaran mereka selama ER (Economic Recession / resesi ekonomi) (Vafainia, 2020) :

·         Pengeluaran pemasaran umum: Pendekatan pemasaran proaktif adalah strategi yang kuat untuk mengurangi dampak negatif dari ER di posisi merek di pasar dan khususnya, untuk mencegah konsumen dari (secara permanen) beralih ke pilihan lebih murah yang tersedia di pasar (seperti sebagai label pribadi).

·         Iklan: Ada peluang dalam mempertahankan pengeluaran iklan selama ER untuk menjaga atau meningkatkan pangsa suara merek. Bahkan lebih murah untuk mengakses komunikasi pemasaran berkualitas tinggi selama Resesi Ekonomi.

·         Harga: Pengurangan harga sementara (TPR) adalah alat yang sangat efektif untuk mempertahankan pangsa pasar selama ER, terutama jika ada persaingan yang kuat dalam kategori / merek tertentu dengan banyak label pribadi.

·         Peluncuran produk baru: Perusahaan harus melanjutkan proyek peluncuran produk baru mereka selama ER, khususnya di jendela segera setelah resesi, ketika keuntungan dari peluncuran bisa lebih signifikan. Manajemen pemasaran harus bekerja sama dengan departemen lainnya untuk menciptakan produk baru yang sesuai dengan pemasaran dan ada nilai estetika.


BAB IV

PENUTUPAN

A.    Kesimpulan

Desain industri menurut The Industrial Designers Society of America (IDSA) yaitu sebagai layanan profesional untuk menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi yang mengoptimalkan fungsi, nilai, dan tampilan produk dan sistem untuk saling menguntungkan baik pengguna dan produsen. Pada masa pandemi ini perusahaan desain industri harus memperhatikan pemasaran dari produk yang dijadikan proyek perusahaan desain industri sehingga perekonomian dari perusahaan menjadi stabil kembali.


DAFTAR ISI

 

Ulrich, K. T. (2011). Product Design and Development edition 5th. United State: Mac Graw- Hill .

Usaman, R., & dkk. (2014). Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Ketenagakerjaan dan Badan Pusat Statistik.

Vafainia, S. (2020). Marketing in post COVID-19 era: A guide for marketing managers. Research Institute of Management , 3-7.

Widiarti, D. d. (2016). Pengaruh Modal Psikologis, Komitmen Organisasi dan Iklim Psikologis Terhadap Kesiapan dalam Menghadapi Perubahan. Tazkiya Journal of Psychology , 86-102.

Wikipedia. (2020, June 28). IDEO. Dipetik June 29, 2020, dari Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/IDEO