Herdan Listianto 11170700000072
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2019/2020
BAB I
A.
LATAR BELAKANG
Menurut Burks dan Stefflre, bahwa konseling mengindikasikan hubungan profesional antara konselor telatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individu ke individu, walaupun terkadang melibatkan lebih dari satu orang. Menurut Shertzer dan Stone (1980), konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dengan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya. Dengan demikian konseling adalah hubungan anatar konselor dan klien dalam upaya membantu klien memahami diri klien dan lingkungan, sehingga klien mampu mengambil keputusan dan menentukan tujuan sendiri.
Konselor merupakan
seseorang yang mempunyai tingkat dukungan sosial tinggi untuk membantu klien
dalam mengatasi permasalahannya. Menurut Weiss (2017) dukungan sosial adalah suatu hubungan yang
terbentuk dari individu dengan persepsi bahwa seseorang dicintai dan dihargai, disayangi,
untuk memberi bantuan kepada individu yang mengalami tekanan-tekanan dalam
kehidupan (Hara, 2017). Untuk memahami masalah klien,
konselor perlu mempunyai keterampilan
bertanya, afirmasi, dan summerizing untuk
mengetahui apa yang dialami oleh klien, sehingga konselor bisa menentukan jenis
terapi apa yang digunakan kepada klien.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu teknik bertanya?
2. 2. Apa itu afirmasi ?
3. 3. Apa itu summerizing?
C. TUJUAN PENULISAN
1.
Untuk memahami teknik bertanya, afirmasi, dan summerizing
BAB II
A.
TEKNIK BERTANYA
Konselor dan peserta pelatihan dapat menggunakan pertanyaan dengan cara yang membantu klien untuk menguraikan kerangka referensi internal mereka atau membimbing mereka keluar dari sudut pandang mereka, mungkin ke dalam pertimbangan counsellor itu sendiri (Nelson & Jones, 2005).
Pertanyaan terbuka memungkinkan klien untuk berbagi sudut pandang internal mereka tanpa membatasi pilihan mereka karena apabila konselor atau trainee menggunakan pertanyaan tertutup dan memimpin mungkin memiliki berbagai hasil negatif. Trainee dapat dianggap mengendalikan pembicaraan. Mereka dapat menghalangi klien untuk berhubungan dan mendengarkan diri mereka sendiri dan merespons dari kerangka referensi internal mereka. Mereka dapat mengatur panggung untuk diinterogasi. Karena pertanyaan tertutup dan memimpin dapat menjadi insentif untuk berbicara, mereka dapat menciptakan keheningan di mana tahap ini diatur untuk pertanyaan tertutup lebih lanjut (Nelson & Jones, 2005).
Trainee konseling kadang-kadang dapat menggunakan pertanyaan tertutup: itu tergantung pada tujuan mendengarkan mereka. Pertanyaan tertutup dapat bermanfaat untuk mengumpulkan informasi. Namun, mereka harus digunakan dengan hemat jika peserta pelatihan ingin membantu orang lain berbagi dunia mereka. Trainee mungkin perlu menggunakan pertanyaan terbuka bahkan dengan kebijaksanaan (Nelson & Jones, 2005).
1. Pertanyaan Opened dan Pertanyaan Closed
Pertanyaan Opened adalah pertanyaan yang memungkinkan klien menjawab dengan jawaban bervariasi sesuai dengan topik tertentu, sedangkan pertanyaan closed adalah pertanyaan yang fokus dan membatasi kebebasan klien dalam menjawab. Berikut adalah perbedaan yang mendasari pertanyaan opened dan pertanyaan closed :

Fungsi pertanyaan opened dan closed adalah 1) Mengelaborasi perspektif internal klien untuk mengungkap ide yang ada dibalik pemikiran klien; 2) Klien berbagi pengalaman tanpa disertai pilihan yang terbatas; 3) Membantu klien menemukan jawaban tujuan kedatangan pada awal sesi; 4) Bentuk pertanyaan terbuka mempengaruhi alur komunikasi yang lebih spontan & mendorong klien lebih banyak bicara; 5) Membantu konselor menghindari judgemental; 6) Mengumpulkan data tambahan pada situasi netral (Nelson & Jones, 2005).
B. PRECISION MODEL
![]() |
·
Kata kerja
Konselor mengamati kata kerja yang digunakan klien untuk menggali suatu informasi, contohnya :
Klien : “Ia menolak saya”
Konselor : Apa yang anda maksud dengan menolak?
Atau
Bagaiman ia menolak anda? Ceritakan saja bagaimana dia bisa menolak
· Perbandingan
Konselor harus mengamati penggunaan kalimat yang diungkapkan klien. Jika menggunakan perbandingan tanyakan lebih lanjut, apa yang diperbandingkan.
Contoh :
Klien : “kinerja saya lebih buruk” Konselor : “lebih buruk dari siapa?”
Atau
“ apa yang mendasarkan kalau kinerja lebih buruk tersebut?”
· Generalisasikan
Konselor mengamati kata-kata yang digunakan klien yang menyamaratakan dengan hal tertentu. Contoh:
Klien :”Saya tidak bisa melaukakn hal-hal yang diharapkan orang tua” Konselor : “ Bagaimana kamu tahu bahwa kamu tidak bisa?
Atau
“Hal apa yang kamu yakini kalau kamu yakini tidak bisa kamu lakukan?”
· Pembatasan diri
Konselor memfokuskan pada kalimat pembatas diri yang diungkapkan klien tersebut. Contoh :
Klien : “saya harus pulang tepat waktu”
Konselor : “apa yang akan terjadi jika kamu pulang melebihi batasan waktu?”
Atau
Klien : “ia harus menuruti kata-kata saya” Konselor : “Bagaiamana pula ia tidak menurutimu?
· Kata benda/kata ganti
Konselor mencerermati saat klien menggunakan kata benda, contohnya : Klien : “Tim saya tidak efektif”
Konselor : “ siapa yang dimaksud anda tim?”
Atau
Klien :“Pemilik perusahaan tidak pernah memperhatikan kesejahteraan karyawannya”
Konselor :“Pemilik perusahaan mana yang anda maksud ?”
C. AFIRMASI
Pengertian afirmasi merupakan suatu bentuk penegasan terhadap diri sendiri terkait hal-hal yang memiliki sifat positif. Dengan melalui kata-kata positif tersebut, nantinya otak itu secara tidak langsung akan terdoktrin sehingga membuat sudut pandang diri kita sendiri juga ini akan berubah. Selain dari itu, afirmasi ini juga menyangkut sebuah pernyataan sungguh- sungguh oleh sesorang yang menolak melakukan pengakuan. Afirmasi ini dapat mengubah sudut pandang seseorang di dalam menyikapi kehidupan serta lingkungan di sekitarnya. Alhasil, afirmasi ini pun akan membuat pikiran kita lebih positif (Nelson & Jones, Introduction to Counseling Skills Text and Activities, 2009).
Tujuan afirmasi untuk meningkatkan keyakinan klien terhadap kemampuannya (Self Efficacy), mengatasi keraguan, meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya dalam menetukan pilihan aksi & mengubah perilaku (Nelson & Jones, Introduction to Counseling Skills Text and Activities, 2009).
1. Manfaat Afirmasi
Afirmasi ini tidak seperti quotes yang berisi kata-kata bijak untuk seluruh orang. Afirmasi ini muncul dan berasal dari diri sendiri serta hanya ditujukan pada diri sendiri supaya bisa melihat seluruh hal dari sudut pandang positif. Afirmasi mempunyai banyak manfaat bagi diri sendiri, terutama apabila suntikan/doktrin atau penegasan-penegasan positif ini dilakukan dengan secara rutin. Dibawah ini merupakan beberapa manfaat afirmasi diantaranya ialah sebagai berikut:
a. Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri ini sangat berpotensi untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri. Misalnya, berilah afirmasi positif pada diri sendiri bahwa Anda itu bukanlah pribadi yang lemah, anda adalah seorang kreatif dan bisa mengerjakan apapun dengan mudah. Secara tidak langsung diri kita itu juga akan semakin percaya diri didalam menghadapi tiap-tiap tantangan yang ada.
b. Meningkatkan Kesehatan Tubuh
Kebahagiaan ini ialah salah satu vitamin manjur untuk bisa membuat tubuh tetap sehat serta bersemangan. Kebahagiaan ini sebenarnya ialah sesuatu hal yang sederhana namun tidak seluruh orang menyadari kehadirannya. Dengan memberikan afirmasi positif pada diri sendiri itu tentu akan membuat Anda lebih bergembira. Oleh sebab itu, tubuh juga terhindar dari beragam penyakit.Salah satu bentuk manfaat lain dari afirmasi yaitu pada saat seseorang menderita sebuah penyakit. Penyakit tersebut tidak akan hilang hanya dengan meratapinya. Akan tetapi, kita harus dapat melawannya dengan memberikan banyak supply kata-kata positif.
c. Menjauhkan dari Depresi
Selain untuk kesehatan tubuh, kesehatan jiwa juga itu sangat penting untuk dijaga. Bahkan, pikiran yang tidak sehat tentu akan membuat tubuh ini juga menjadi lemas.Untuk itu, cobalah untuk menyemangati diri sendiri dengan beragam kata-
kata positif. Katakan pada diri sendiri bahwa seluruh kebutuhan sudah terpenuhi, seluruh tugas sudah terselesaikan atau juga pbentuk afrmasi positif lainnya.
d. Memberikan Kenyamanan Diri
Terlalu banyak hal yang dipikirkan tentu akan membuat kehidupan itu menjadi tidak nyaman, termasuk kenyamanan diri sendiri. Namun, dengan adanya afirmasi positif ini maka rasa nyaman pada diri sendiri akan meningkat. Seseorang itu hanya perlu meyakini bahwa segala bentuk keinginan pasti bisa diraih. Apabial saat ini masih belum tercapai, maka berusahalah lagi esok hari.
e. Membuat Diri Lebih Bahagia
Dengan afirmasi positif di diri sendiri itu bahwa segala upaya yang dilakukan itu akan membuahkan hasil positif, maka seseorang itu juga akan menjadi lebih bahagia. Dan tentu saja kata-kata di dalam afirmasi tersebut harus dilandasi dengan kepercayaan bahwa seseorang itu dapat meraih hal-hal yang diinginkan sehingga akan menjadi kenyataan.
Contoh Kata-Kata Afirmasi
Dari penjelasan di atas dapat maka dapat kita simpulkan bahwa arti afirmasi ini merupakan suatu dukungan atau juga dorongan emosional dari dalam diri seseorang sehingga dapat melakukan tindakan tertentu.
Mengacu pada penjelasan arti afirmasi di atas, dibawah ini merupakan beberapa contoh afirmasi diantaranya sebagai berikut:
·
“Saya pasti bisa mendapatkan nilai terbaik apabila
belajar dengan giat”
· “Saya tidak perlu
minder/malu karena saya pintar, kreatif, serta
menarik”
· “Saya juga tidak
perlu khawatir sebab ketidakmampuan hanya ada di dalam pikiran”
· “Saya ialah orang
yang kuat serta sehat”
Pernyataan Afirmasi
Konselor :
-
Saya menghargai bagaimana anda
berproses untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan anda secara terbuka.
-
Saya kagum dengan kemampuanmu untuk
lebih berani mengatakan “tidak” terhadap rekanmu.
-
Saya mengapresiasi perilakumu untuk
lebih aktif dengan memulai berkomunikasi terlebih dahulu.
D. SUMMARIZING
Definisi Summarizing, Kemampuan untuk menyimpulkan kembali
pikiran, perasaan, reaksi fisik, perilaku maupun caranya dalam berkomunikasi
dan Mengambil inti dari sesi konseling. Supriyo dan Mulawarman mengemukakan
bahwa summary adalah teknik yang digunakan konselor untuk menyimpulkan atau
ringkasan mengenai berbagai apa yang telah dikemukakan klien pada proses
komunikasi konseling. Sedangkan dalam Fauzan dkk menjelaskan summary yaitu
teknik respon oleh konselor dalam memadukan uarian pernyataan konseli menjadi
kesatuan atau keutuhan tema/ topik dari sesi-sesi konseling (Mulawarman
& Eem, 2016).
Tujuan dari summary adalah sebagai berikut:
1. Menyatukan berbagai unsur-unsur dalam pesan klien.
2.
Mengidentifikasi tema-tema umum,
yang baru jelas setelah beberapa pesan dikemukakan atau setelah beberapa kali
proses konseling.
3. 3. Untuk mengarahkan pembicaraan klien.
4. 4. Mencegah langkah yang terburu-buru dalam suatu sesi konseling.
5. 5. Mereview kemajuan yang diperoeh selama satu ata beberapa
kali wawancara.
6. 6. Menunjukkan konselor melakukan mendengar aktif.
7.
Membantu kliendalam mempertimbangkan Respon dan pengalamannya dengan menitikberatkan
pada proses.
8.
BAB III
Konselor dan peserta pelatihan dapat menggunakan pertanyaan dengan cara yang membantu klien untuk menguraikan kerangka referensi internal mereka atau membimbing mereka keluar dari sudut pandang mereka, mungkin ke dalam pertimbangan counsellor itu sendiri. Pertanyaan terbuka memungkinkan klien untuk berbagi sudut pandang internal mereka tanpa membatasi pilihan mereka karena apabila konselor atau trainee menggunakan pertanyaan tertutup dan memimpin mungkin memiliki berbagai hasil negatif. Trainee dapat dianggap mengendalikan pembicaraan. Precision Model yang terdiri dari kata kerja, perbandingan, generalisasikan, pembatasan dir, dan kata benda / kata ganti sering digunakan dalam bertanya. Afirmasi adalah suatu bentuk penegasan terhadap diri sendiri terkait hal-hal yang memiliki sifat positif. Tujuan afirmasi adalah tujuan afirmasi untuk meningkatkan keyakinan klien terhadap kemampuannya (Self Efficacy), mengatasi keraguan, meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya dalam menetukan pilihan aksi & mengubah perilaku. Summerizing adalah Kemampuan untuk menyimpulkan kembali pikiran, perasaan, reaksi fisik, perilaku maupun caranya dalam berkomunikasi dan Mengambil inti dari sesi konseling.
Daftar Pustaka
Hara, S. dan Akhmad Baidun . (2017). Pengaruh Self Efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Optimisme Karyawan Kontrak UIN Syarif Hidayattullah Jakara. Tazkiya Journal of Psychology vol. 22 no.2 , 165-178.
Mulawarman, & Eem, M. (2016). PsikologiKonseling :sebuah pengantar bagi
konselor pendidikan.
Semarang:
UNNES.
Nelson, R., & Jones. (2009). Introduction to Counseling Skills Text and Activities. London: Sage
Publicaations.
Nelson, R., & Jones. (2005). Practical Counseling and Helping Skill Text and Activities for The
Lifeskil Counseling Model. London: Sage Publications.
